Anak Muda Indonesia Ingin Jadi Pengusaha, Wajib Manfaatkan Teknologi

Dewi Fadhilah Soemanagara | 11 April 2019, 14:21 WIB

Jakarta, MNEWS.co.id – Perkembangan teknologi telah mengubah dunia, teknologi hadir sangat cepat dan mendisrupsi hampir seluruh aspek kehidupan di era revolusi industri 4.0. Pemanfaatan teknologi dan digital sudah menjadi hal yang tidak dapat dihindari lagi dan selalu dimanfaatkan dalam berbagai aspek kehidupan dan bernegara. Terutama pemanfaatan digital dalam menumbuhkan perekonomian negara.

Indonesia sendiri merupakan negara yang memiliki aset besar, salah satunya pada sumber daya manusia dengan populasi lebih dari 258 juta orang, di mana 53% di antaranya merupakan pemuda dengan usia di bawah 30 tahun. Maka seiring dengan perkembangan teknologi di era digital ini, masa depan pemuda Indonesia menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dan tidak dapat dipisahkan antara peran pemuda dengan pemanfaatan teknologi.

Berdasarkan hasil riset SEA, anak muda Indonesia termasuk golongan yang optimis terhadap kemajuan teknologi di ASEAN, dengan 54% mayoritas yang percaya bahwa teknologi akan meningkatkan lapangan pekerjaan di suatu negara. Mereka juga merupakan golongan anak muda yang memiliki jiwa sosial yang tinggi, dengan 26% kaum muda yang termotivasi untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. Angka ini dua kali lebih besar daripada angka rata-rata di kawasan ini dan angka terbesar di ASEAN.

E-commerce memiliki potensi untuk menjadi pendorong kuat dalam membuka peluang ekonomi bagi mereka yang belum terpapar dengan ekonomi digital. Sebagai contoh, melalui e-commerce seorang wirausaha perempuan yang juga bertanggung jawab dalam mengurus keluarga dapat mengembangkan dan memiliki bisnis yang sukses namun masih memiliki fleksibilitas untuk merawat keluarganya," kata Dr. Santitarn Sathirathai, Group Chief Economist SEA, dalam pemaparannya dalam acara idEAWorks, di The Hall Kota Kasablanka, Selasa (9/4/2019).

Pengusaha, Antara Kestabilan Pendapatan dan Keseimbangan Kehidupan Kerja

Fakta menunjukkan, pekerjaan yang paling diminati oleh para pemuda Indonesia hari ini adalah menjadi seorang pengusaha. Meski begitu, ada beberapa hal menarik dari para pengusaha Indonesia yang ingin berganti pekerjaan, yang merajuk pada potensi trade-off yang dihadapi kaum muda ketika memilih untuk membangun bisnis sendiri.

Pengusaha memiliki kebebasan dan fleksibilitas yang lebih besar dalam menjaga stabilitas kehidupan kerja, namun sebaliknya terdapat ketidakpastian pula dalam penghasilannya. Konsisten dengan ini, survei menunjukan bahwa anak muda yang ingin meninggalkan dunia wirausaha lebih dilatarbelakangi oleh faktor stabilitas pendapatan daripada keseimbangan kehidupan kerja. Oleh sebab itu, pemanfaatan teknologi digital saat ini dapat memberikan solusi atas hambatan yang dirasa oleh para pemuda.

Pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi ekosistem vital dalam mendukung dan membantu wirausahawan muda untuk berkembang dan mendapatkan pekerjaan yang fleksibel serta pendapatan yang lebih stabil. Salah satunya melalui e-commerce karena dapat membantu menurunkan risiko serta memberi kebebasan dalam mengeksplorasi ide-ide nya.

Walaupun begitu, berdasarkan data Bain & Co bahwa hanya sebesar 32% yang memanfaatkan teknologi digital untuk membuka peluang. Maka, penyediaan fasilitas melalui pendidikan merupakan salah satu pemanfaatan digital yang dapat membantu para pemuda Indonesia dalam mencapai tujuannya.

Tidak hanya untuk anak muda di kota-kota besar, tetapi juga anak muda di pedesaan yang masih belum mendapatkan pendidikan mengenai pemanfaatan teknologi digital. Peran para stakeholder, khususnya pemerintah dan pelaku industri akan mendukung pertumbuhan wirausahawan muda Indonesia di dunia digital.

Edukasi Ragam Profesi dan Potensi Revolusi Industri 4.0

Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) menilai penting untuk mengedukasi masyarakat terkait potensi yang ditawarkan industri ini di masa kini dan mendatang. Menggandeng Kementerian Koordinator Perekonomian dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, idEA menggelar acara idEAWorks Edu yang bertujuan mengedukasi masyarakat terkait ragam profesi dan potensi yang bisa dikembangkan dalam revolusi industri 4.0 ini.

Ketua Umum idEA, Ignatius Untung melihat adanya ancaman bagi masa depan anak muda Indonesia jika tidak segera mengembangkan diri sesuai kebutuhan masa kini yang condong pada sektor digital.

“Sudah banyak profesi yang tergantikan teknologi komputer, jika tidak segera menyesuaikan diri, masa depan anak-anak muda ini tentu menjadi taruhannya,” kata Untung menjelaskan.

“Acara ini bertujuan membuka mata para siswa SMA, mahasiswa, guru, orangtua murid. Profesi seperti data analist, SEO specialist, social media manager, product manager, database administrator, behavior scientist, dan masih banyak lagi merupakan deretan pilihan profesi baru bagi generasi muda.”

Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Kreatif, Kemenko Bidang Perekonomian, Mira Tayyiba dalam sambutannya mengapresiasi upaya yang dilakukan idEA untuk mengedukasi masyarakat.

“Memang perlu penjabaran bahwa banyak potensi yang bisa diraih untuk masa depan di industri digital, tidak cuma jadi youtuber,” kata Mira saat membuka idEAWorks Edu di The Hall Kota Kasablanka, Jakarta, Selasa (9/4).

Dalam acara yang berlangsung pada 9-10 April 2019 ini, menampilkan tokoh-tokoh industri digital yang telah sukses sebagai professional di industri ini. Para pembicara ini bahkan menduduki jabatan-jabatan penting di perusahaan-perusahaan digital ternama di Indonesia. Sebut saja Lembu Wiworojati yang menjabat Associate Vice President Marketing – Creative dari Bukalapak. Ada juga Rezky Yanuar yang menjabat sebagai Country Brand Manager Shopee, serta Gaery Undarsa, CO Founder & CMO TIket.com, dan masih banyak lagi.

idEA melihat besarnya ancaman yang ditimbulkan revolusi industri 4.0 ini. Proses edukasi mengenai dampak industri 4.0 dan profesi-profesi baru masa depan tidak boleh berhenti. Pasalnya, di balik semua gegap gempita kemudahan hidup yang ditawarkan era digital saat ini, ada banyak sekali anak-anak kita yang masa depannya terancam jika mereka salah pilih jurusan dan pekerjaan.

Tentang Penulis
Dewi Fadhilah Soemanagara
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar