Presiden Jokowi: Harus Ada Diferensiasi Produk Industri Kreatif

Dewi Fadhilah Soemanagara | 12 November 2018, 14:28 WIB

Bandung, MNEWS.co.id – Presiden Joko Widodo mengatakan, Indonesia akan dikenal sebagai negara dengan industri kreatif yang kuat. Hal itu dapat terwujud ketika Indonesia konsisten dengan apa yang dijalankan dan mengembangkan peluang bagi desainer lokal Indonesia. Bahkan menurutnya jika diperlukan bisa saja Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) menjadi satu kementerian.

“Kenapa kemarin BEKRAF kita bentuk, salah satunya adalah untuk memberikan peluang itu. Kalau memang nanti ada suatu saat memang diperlukan suatu kementerian, ya bisa saja Badan Ekonomi Kreatif itu loncat menjadi satu kementerian,” kata Presiden saat berdialog dengan para milenial pelaku industri kreatif, di Braga, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (10/11/2018) malam.

Namun Presiden menegaskan, produk industri kreatif Indonesia harus memiliki diferensiasi dengan produk-produk sejenis dari negara lain. Sehingga, ada karakteristik unik yang membedakan antar negara, misal perbedaan antara Indonesia dan Jepang itu apa, Indonesia dan Jerman itu bagaimana, dan seterusnya.

“Ya mungkin kayak Korea, mainnya di Entertainment pop. Saya masuk beberapa tempat, di sana apa? Musik misalnya, kita main di ini, yang lain di lini yang lain. Kalau kita konsisten dengan apa yang kita jalankan ini, kita akan dikenal sebagai negara dengan industri kreatif yang kuat,” ujar Presiden Joko Widodo.

Ia juga mengingatkan para pelaku industri kreatif agar tidak terus merasa jadi pengusaha UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), khususnya dalam pengajuan kredit.

Ia menyebutkan, pemerintah telah memberikan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para pelaku industri UMKM dengan bunga kredit sudah diturunkan menjadi 7 persen. Namun plafon KUR, lanjut Presiden, sudah dinaikkan jadi Rp 500 juta. Kalau pelaku industri kreatif membutuhkan modal di atas Rp 500 juta, Presiden menyarankan untuk lepas dari UMKM.

“Kalau sudah mentok 500 dan meloncat ke bunga yang komersial. Jadi bisa menjadi miliar dan bisa naik lagi triliun kalau perlu, gitu. Jangan yang UMKM di bawah itu,” tutur Presiden seraya menambahkan. Ia menegaskan, usaha tersebut kalau sudah gede ya jangan merasa di situ terus, enggak jadi menengah nanti.

“Kita kan pengen yang mikro menjadi kecil, yang kecil menjadi menengah, dan menengah menjadi gede,” sambungnya.

Jokowi menambahkan, pemerintah menyiapkan sebuah lembaga modal ventura untuk mem-back up digital ekonomi yang sampai saat ini memang belum ada yang berani membiayai start up kita untuk bisa meloncat ke jenjang yang lebih tinggi.

Presiden juga turut menyampaikan kebanggaannya, karena sudah ada 4 unicorn yang dimiliki Indonesia sekarang ini dari 7 yang ada di ASEAN, yaitu Gojek, Traveloka, Bukalapak dan Tokopedia.

“Saya senang Gojek sekarang sudah mulai ekspansi ke Vietnam, lalu akan ke Filipina dan Singapura,” tutup Jokowi.

Sumber: Kominfo

Tentang Penulis
Dewi Fadhilah Soemanagara
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar