Ilustrasi pelaku usaha perempuan. (Foto: iStock)

MNEWS.co.id – Dalam survey Google bersama Kantar menunjukkan bahwa sebanyak 49% perempuan di Indonesia telah berwirausaha. Saat ini, sebanyak 37 juta UKM dari total 64,2 pelaku usaha di Indonesia dikelola oleh perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran yang cukup signifikan dalam keputusan bisnisnya serta omzet yang didapatkan.

Berangkat dari semangat menyuarakan periode poverty bagi perempuan Indonesia, Nona Woman hadir sebagai salah satu UKM yang menjual keperluan wanita dalam menjaga kesehatan reproduksi.

Nicole Jihzar, selaku pendiri Nona Woman, menilai pentingnya riset pasar untuk memaksimalkan omzet sebuah perusahaan. Melalui proses riset yang mendalam, sebuah brand akan turut memahami tantangan unik pasar yang dihadapi.

Hal ini yang menjadikan Nona Woman sukses melakukan penetrasi pasar dalam memasarkan produk menstrual di Indonesia.

Nicole membagikan tips berdasarkan pengalamannya dalam membangun Nona Woman bagi para perempuan pengusaha untuk sukses menjalankan bisnisnya melalui riset pasar. Yuk, simak tipsnya berikut ini.

Melakukan Edukasi Produk dan Brand
Untuk dapat melakukan edukasi mengenai produk dan brand, pelaku UMKM harus mengetahui apa kekuatan dari produk yang dipasarkan. Selain itu, Anda dapat berangkat dari stigma yang ada dalam masyarakat mengenai suatu masalah dan bagaimana produk yang akan dipasarkan dapat menjadi alternatif untuk menjawab stigma yang ada.

Melakukan Survei Lapangan dan Fokus pada Tujuan
Untuk mengetahui seberapa penting produk Anda dibutuhkan, hal yang dapat dilakukan adalah melakukan pengecekan langsung dengan melakukan survei. Dimulai dari pertanyaan seputar apa yang dibutuhkan target konsumen, Anda bisa melakukan survei dengan beberapa narasumber dengan kriteria yang sama dengan target audience.

Riset Produk Kompetitor
Hal lainnya yang perlu dilakukan secara berkala adalah melakukan riset kompetitor. Riset ini dapat dilakukan dengan melihat bisnis kompetitor yang sudah masuk ke dalam industri yang sama lebih dulu.

Beberapa hal yang dapat diriset adalah bagaimana produknya bekerja, apa yang perlu ditingkatkan, dan lain sebagainya. Riset ini dapat dilakukan dengan membandingkan produk serupa baik di dalam negeri maupun produk yang ada di luar negeri untuk mengadopsi standar pasar luar negeri ke dalam produk yang sesuai dengan tujuan awal Anda saat membuat produk.

Melakukan Riset Konten dan Meningkatkan Visibilitas Produk
Setelah melakukan beberapa riset mengenai produk, hal utama lainnya yang perlu diperhatikan adalah meningkatkan visibilitas produk dan brand. Hal ini dapat dilakukan dengan menyiapkan konten-konten menarik dan informatif.

Pelaku UMKM dapat terlebih dahulu mempelajari informasi apa yang dibutuhkan konsumen dan bagaimana konten yang diperlukan.

Selain itu, untuk meningkatkan visibilitas brand, Anda juga dapat melakukan interaksi di media sosial dengan komunitas lewat konten-konten, menyediakan forum agar pengguna bisa berinteraksi satu sama lain, serta memberikan rekomendasi produk dan sebagainya.

Pelajari Cara Berbisnis Melalui Live Selling
Live selling menjadi salah satu tren e-commerce yang sedang berkembang. Untuk melakukan live selling, hal utama yang perlu dipahami adalah ketahui di mana audience Anda. Hal ini penting diketahui agar promosi yang Anda lakukan pada social commerce tepat sasaran.

Selain itu, saat melakukan live selling, setidaknya dibutuhkan dua penjual yang melakukan livestreaming menggunakan kamera profesional, teleprompter untuk menjaga kontak mata dengan penonton, serta kru di belakang layar yang memonitor dan melakukan kurasi komentar yang masuk dari penontonnya.

Riset pasar memungkinkan pelaku UMKM untuk memahami pasar mereka dengan lebih baik, termasuk kebutuhan dan keinginan konsumen, tren pasar, dan perilaku pembelian. Dengan memahami pasar mereka, pelaku UMKM dapat membuat keputusan yang lebih tepat tentang produk, harga, promosi, dan strategi distribusi.