Etika Penting di Cagar Budaya Ini Tak Boleh Disepelekan

Dewi Fadhilah Soemanagara | 07 Februari 2019, 14:58 WIB

Magelang, MNEWS.co.id – Candi Borobudur, salah satu warisan budaya dunia yang dibangun sejak abad ke-8 Masehi ini merupakan sebuah tempat peribadatan pemeluk agama Buddha Mahayana terbesar di dunia. Setiap tahunnya, saat hari raya Waisak, penganut agama Buddha dari seluruh penjuru Indonesia dan negara lain seperti Thailand, Sri Lanka, dan lainnya, melaksanakan ritual ibadah di Candi Borobudur.

Tempat sakral umat Buddha ini sangat dijaga kesuciannya, sehingga wisatawan dan siapapun yang berkunjung ke Candi Borobudur wajib menghormati dan menghargai etika dan kesantunan di tempat ibadah agama Buddha tersebut.

Arvi dari PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, & Ratu Boko (Persero) menyebutkan, salah satu poin dalam menjaga etika ketika mengunjungi Candi Borobudur adalah dengan mengenakan pakaian yang sopan. Manajemen PT TWC Unit Candi Borobudur memberikan fasilitas berupa peminjaman kain kepada para wisatawan yang mengenakan celana atau rok pendek ketika berkunjung ke Candi Borobudur.

Kain bermotif stupa Candi Borobudur ini bisa didapatkan di gerbang masuk Candi Borobudur. Peminjaman kain ini tidak dipungut biaya. Selain menghimbau wisatawan untuk mengenakan kain, petugas juga memberikan informasi mengenai tujuan pemakaian kain tersebut, yaitu untuk menghargai dan menghormati umat agama Buddha yang menjadikan candi sebagai tempat peribadatan.

Pihak Manajemen PT. Taman Wisata Candi tengah membantu wisatawan mengenakan kain bermotif
stupa sebelum memasuki kawasan Candi Borobudur. Foto: Arvi (PT TWC Borobudur).

Motif yang dipakai untuk menghiasi kain yang penutup tersebut adalah batik dengan gambar stupa Candi Borobudur. Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO. Kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia sangat beraneka ragam, seperti halnya keragaman motif batik. Keragaman motif batik Indonesia memiliki makna dan filosofi tersendiri di setiap daerah di Indonesia.

Sejak zaman dahulu, batik masuk dalam pakaian di internal kerajaan, dimana batik tersebut hanya diperuntukan bagi keluarga kerajaan. Seiring dengan perkembangan jaman, rakyat biasa mulai memakai dan memproduksi batik yang berkembang menjadi kegiatan perempuan rumah tangga pada masa itu.

Sebagai bentuk partisipasi dalam melestarikan dan memperkenalkan pemakaian kain batik, PT TWC Borobudur memberikan fasilitas berupa kain batik berwarna gelap, disertai motif stupa Borobudur yang menjadi ciri khas di objek wisata Candi Borobudur. Hal ini sekaligus memperkenalkan bentuk bangunan ikonik Candi Borobudur berupa stupa. Stupa sebagai tempat penyimpanan relik Buddha memiliki kedudukan yang tinggi dan penting, karena menjadi simbol keutamaan agama Buddha.

Dengan adanya fasilitas kain batik tersebut, wisatawan dapat belajar beretika dan menghormati serta menghargai candi sebagai sebuah tempat peribadatan agama Buddha. Selain itu, diharapkan para pengunjung menjaga bangunan bersejarah dengan beberapa cara, seperti tidak membuang sampah sembarangan, tidak memegang bangunan candi apalagi mencoret-coret dan merusaknya, serta menjaga sikap dan sopan santun saat berkunjung ke Candi Borobudur.

Sumber: BUMN

 

 

Tentang Penulis
Dewi Fadhilah Soemanagara
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar