Kopi Hijau Khas Tulungagung, Unik dan Berkhasiat

Dewi Fadhilah Soemanagara | 07 Januari 2019, 14:37 WIB

“Dan kopi tak pernah memilih siapa yang layak menikmatinya. Karena di hadapan kopi, kita semua sama,” ― Vergi Crush.

Jakarta, MNEWS.co.id – Sebuah kutipan dari salah seorang tim marketing JPW Coffee mungkin terdengar indah sekaligus retorik. Kopi memang terkesan biasa dalam kehidupan sehari-hari—kita biasa menyeduhnya, menyeruputnya, dan menenggaknya hingga habis. Namun, di antara semua jenis kopi yang ada, sebagian di antaranya memiliki keunikan dan khasiatnya sendiri.

Di kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, kopi hijau menjadi legenda yang langgeng hingga kini. Sudah tradisi turun-temurun di Tulungagung untuk meminum kopi hijau atau kopi ijo. Rasa dan teksturnya memang berbeda dari kopi pada umumnya, karena proses pembuatannya yang masih menggunakan cara tradisional. Biji kopi disangrai menggunakan wajan yang terbuat dari tanah liat dengan tungku api berbahan kayu bakar. Dalam proses ini, perlu ketekunan dan keuletan untuk menjaga api agar suhu tetap stabil, sehingga biji kopinya matang dengan merata.

Di Tulungagung, kopi hijau ini sangat terkenal. Mulai dari warung kopi pinggir jalan hingga kafe besar menyediakan kopi hijau sebagai menu utama. Cara penyajiannya pun tidak berbeda dengan kopi lainnya, yang disuguhkan di cangkir dalam keadaan panas. Salah satu tradisi unik yang menyertai ritual minum kopi hijau ini adalah Nyethe. Nyethe merupakan seni melukis/membatik sebatang rokok dengan menggunakan sisa endapan kopi hijau. Tradisi ini populer tidak hanya di Tulungagung, tapi juga di kawasan Jawa Timur lainnya, seperti kota Malang.

Membatik rokok dengan menggunakan ampas kopi hijau. Foto: Farina Antari.

Salah satu tempat ngopi hijau yang terkenal di Tulungagung adalah Warung Kopi Waris. Warung ini hampir tidak pernah sepi, hanya tutup saat malam Idul Fitri. Yang membuat banyak orang tertarik karena secangkir kopinya yang terasa lembut dan gurih. Kopi di sini hanya disajikan dengan 2 varian dengan bubuk kopi yang sama, yakni kopi tubruk dengan gula, atau kopi susu yang hanya dibedakan cara penyajiannya yaitu dengan menggunakan gelas cangkir atau gelas kaca. Harganya pun sangat murah, hanya sekitar Rp 1.500 per gelasnya. Selain harga dan rasa, warna kopi ini memang sangat berbeda dengan kopi lainnya, karena berwarna coklat kehijauan.

Banyak orang yang menganggap bahwa kopi hijau berkhasiat untuk menurunkan berat badan. Senyawa asam klorogenat sebagai antioksidan aktif dalam biji kopi dipercaya dapat membantu menurunkan tekanan darah dan berat badan. Kopi hijau juga dinilai bisa menurunkan gula darah dan menghambat penumpukan lemak. Beberapa penelitian kecil menunjukkan bahwa seseorang yang mengonsumsi minuman kopi hijau dapat menurunkan berat badan 1,3-2,2 kg dibandingkan yang tidak meminum kopi tersebut.

Ilustrasi penyajian kopi hijau. Foto: Liputan 6.

Namun, ternyata penelitian mengenai ekstrak biji kopi hijau dalam membantu menurunkan berat badan tidak dilakukan dalam jangka waktu lama. Sehingga, masih ada risiko hasilnya tidak valid, alias belum cukup bukti yang menyatakan manfaat ekstrak kopi hijau efektif dan aman dalam jangka panjang. Konsumsi kopi hijau juga harus diperhatikan pada beberapa kondisi tertentu, seperti penderita penyakit diabetes, glaukoma, gangguan pencernaan, dan komplikasi lainnya.

Anjuran minum kopi yang baik bagi tubuh sekitar 2-3 gelas per hari. Hindari konsumsi gula atau susu berlebih dalam kopi karena bisa meningkatkan kadar gula dalam darah, yang dapat memicu penyakit lainnya. 

Sumber: Super Adventure, Alodokter

Tentang Penulis
Dewi Fadhilah Soemanagara
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar