Tiga Hal Pokok Percepat Laju Ekonomi Digital

Dewi Fadhilah Soemanagara | 15 April 2019, 14:52 WIB

Jakarta, MNEWS.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa 4,5 tahun pemerintah bekerja ada 3 hal pokok yang dikerjakan dalam mendukung ekonomi digital untuk tumbuh lebih cepat lagi.

“Yang pertama penyediaan infrastruktur digital, baik lewat broadband kecepatan tinggi maupun kita bangun Palapa Ring dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, yang kita harapkan nanti akan selesai 100 persen insyaallah di pertengahan tahun 2019 ini,” ujar Presiden saat acara Silaturahmi dengan Mitra Juara Gojek, di Ecovention Ancol, Jakarta, Kamis (11/4/2019) malam.

Yang kedua, menurut Presiden, Pemerintah juga mengerjakan penciptaan ekosistem yang mendukung iklim usaha yang nyaman bagi ekonomi digital.

“Yang ketiga kita telah mulai membangun peningkatan kualitas sumber daya manusia di dunia digital. Ingat tiga hal besar yang telah kita kerjakan dan kita juga minta perusahaan-perusahaan yang sudah maju di ekonomi digital seperti Gojek, saya minta juga mendukung anak-anak muda kita untuk go online dan mengadopsi teknologi digital,” tutur Presiden.

Jokowi juga menyampaikan bahwa tadi ada yang menanyakan apakah dirinya pernah menggunakan aplikasi seperti Gojek atau Gofood.

“Kalau di sini ada yang pernah mengirimkan pesanan sate ke Istana, kalau hadir di sini saya beri hadiah, silahkan maju ke depan, mengantar sate atau gado-gado ke Istana Bogor, itu pesanan saya,” tandas Presiden.

Di akhir sambutan, Presiden mengajak anak-anak muda Indonesia, entrepreneur, inovator-inovator muda untuk selalu berinovasi.

“Saya yakin dengan semangat optimisme kita bisa melahirkan lebih banyak unicorn-unicorn Indonesia, startup – startup Indonesia, UMKM-UMKM baru di Indonesia dan decacorn-decacorn baru di Indonesia. Ciptakan terus karya, ciptakan terus kreativitas untuk Indonesia maju dan lebih baik,” ujar Jokowi dengan antusias.

Prestasi Startup Anak Bangsa

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa ekonomi digital menciptakan peluang-peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia untuk berkembang dan ini disambungkan antara ekosistem offline dan ekosistem online.

“Kita lihat contohnya Gojek, tidak bisa mencapai seperti saat ini tanpa dukungan jutaan mitra UMKM, mitra-mitra baik pengemudi dan jutaan pekerja di belakang produksi usaha kecil, usaha mikro, usaha menengah yang kita miliki,” tutur Presiden.

Contoh yang lain, lanjut Presiden, lebih dari 5.000 warung makan tradisional, warung tegal (warteg) sekarang terhubung melalui platform digital Wahyoo.com untuk memesan bahan baku setiap hari dan mendapatkan pelatihan hingga akses permodalan.

“Juga Halosis yang membantu lebih dari 3000 UMKM kita, usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah yang mayoritas ibu rumah tangga yang berjualan online dengan menyediakan asisten virtual yang didukung oleh teknologi digital, teknologi artificial intelligence,” ujarnya.

Kepala Negara juga memberikan contoh kerajinan anyaman hasil karya ribuan perempuan di wilayah Indonesia Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dipasarkan melalui Du’Anyam hingga ke Amerika, Denmark, serta Belgia dengan memanfaatkan teknologi Web dan Mobile.

Ini semua, lanjut Presiden, adalah bukti-bukti bahwa teknologi digital menciptakan banyak manfaat bagi masyarakat luas. Oleh sebab itu, Presiden mengingatkan agar jangan terbelenggu oleh teknologi-teknologi lama.

“Wahyoo, Helosis, dan Du’Anyam adalah contoh anak-anak muda yang bekerja keras serta mengkolaborasikan teknologi digital dan kreativitas sehingga menghasilkan valuasi bisnis yang bernilai puluhan miliar Rupiah,” tutur Presiden.

Inilah, menurut Presiden, saatnya Startup Indonesia skill up ke regional dan pentas dunia, dan sudah dilakukan oleh Gojek. 

Sumber: Setkab

Tentang Penulis
Dewi Fadhilah Soemanagara
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar