Produk Olahan Kopi Indonesia Siap Ekspor ke Rusia

Dewi Fadhilah Soemanagara | 07 Februari 2019, 17:24 WIB

Jakarta, MNEWS.co.id – Indonesia dan budaya ngopi menjadi elemen yang tak terpisahkan. Tidak hanya sebagai konsumen, Indonesia termasuk negara penghasil kopi terbanyak keempat di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Berdasarkan data Food and Agriculture Organization (FAO), Indonesia menghasilkan sekitar 10 jutaan karung kopi per tahunnya.

Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi kopi, pemerintah akan terus mendukung ekspor produk bernilai tambah seperti produk olahan kopi industri dalam negeri. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, perlu lebih banyak promosi ekspor produk olahan kopi.

“Masalah utama ekspor Indonesia adalah lebih dari 50 persen masih mengandalkan komoditas seperti batubara, pertambangan, dan minyak sawit. Untuk itu, menjadi tugas kita mempromosikan lebih banyak ekspor produk-produk bernilai tambah seperti produk olahan kopi,” ungkap Enggartiasto saat konferensi pers “Bangga Sebagai Indonesia: Mayora Sukses Menembus Pasar Ekspor ke Rusia” di kantor PT Mayora Indah, Jakarta, Rabu (6/2/2019) dilansir dari siaran pers Kementerian Perdagangan.

Mendag Enggar menyampaikan, kopi bukan hanya sekedar produk, tetapi sudah menjadi gaya hidup. Pada 2018, konsumsi kopi dunia sekitar 157 juta kantong, dengan pertumbuhan sebesar 2 persen per tahun dan permintaan kopi akan berlipat ganda pada tahun 2050. Di Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang, pertumbuhan permintaan kopi bahkan lebih tinggi yaitu lebih dari 3 persen per tahun.

Finlandia misalnya, adalah negara dengan penduduk terbanyak peminum kopi di dunia dengan rata-rata 12,9 kg per orang setiap tahunnya atau rata-rata sekitar 14 cangkir sehari. Hal ini diikuti negara-negara Nordik beriklim dingin lainnya seperti Norwegia, Islandia, dan Denmark.

“Kopi sangat populer di negara-negara bersuhu dingin karena tidak hanya membantu memulihkan energi, tetapi juga memberi kehangatan dan kenyamanan,” imbuh Mendag.

Mendag mengungkapkan, Indonesia mengalami defisit pada total neraca perdagangan dengan Rusia, mencapai USD 476,5 Juta untuk periode Januari—November 2018 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Oleh karena itu Kemendag sangat mengapresiasi PT Mayora Indah yang telah berkerja keras dalam meningkatkan nilai ekspor produk olahan kopi ke Rusia.

Saat ini, Mayora telah terdaftar sebagai salah satu "Top 20" merek Indonesia yang terkenal di seluruh dunia, bersama dengan Indomie, Astra, Gudang Garam, dan Semen Indonesia. Saat ini, produk-produk Mayora telah menembus pasar 100 negara di seluruh dunia, seperti negara-negara di ASEAN, China, India, negara-negara di kawasan timur tengah, Amerika Serikat, Irak, dan Palestina.

Tahun sebelumnya, Mayora telah sukses mencatatkan ekspor 1000 kontainer produk olahan kopi ke Rusia dengan pertumbuhan sekitar 30 persen disbanding tahun sebelumnya. “Indonesia selalu melihat Rusia sebagai mitra strategis. Diharapkan ekspor produk olahan kopi ke Rusia akan meningkatkan kepercayaan kepada Indonesia sebagai mitra strategis,” pungkasnya.

Selain Mendag, konferensi pers ini dihadiri oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Georgievna Vorobieva, Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Muhammad Anshor, Presiden Direktur Mayora Group Andre Atmadja, serta mitra distributor Mayora di Rusia.

Sumber: Kemendag

Tentang Penulis
Dewi Fadhilah Soemanagara
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar