Pesan Presiden Untuk Pelaku UMKM Binaan PNM: Harus Disiplin

Dewi Fadhilah Soemanagara | 11 Januari 2019, 13:49 WIB

Jakarta, MNEWS.co.id – Presiden Joko Widodo meninjau program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang dilakukan oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Sembari menyapa para pedagang usaha super mikro binaan PNM tersebut, Presiden juga menyempatkan untuk ngobrol dengan para pedagang.

Presiden Jokowi meninjau stan-stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang antara lain menjajakan keripik singkong, keripik pisang, pempek-pempek Palembang, bakso, hingga cilok. Di setiap stan, Presiden berbincang dengan para penjual. Presiden bertanya mengenai manfaat yang dirasakan para penjual, produk yang dijual, hingga kendala-kendala yang dialami.

Tak hanya itu, Presiden juga membeli beberapa produk jajanan tersebut. Kepala Negara tampak membeli lima bungkus pempek-pempek Palembang, dua bungkus keripik bawang, tiga bungkus keripik singkong, dua bungkus rempeyek kacang, hingga sepuluh tusuk cilok goreng.

"Buat dimakan. Keluarga kita kan sendiri besar sekali. Kalau saya kan hanya berdua tapi Paspampresnya kan di rumah ada puluhan orang. Semuanya suka," kata Presiden kepada para jurnalis, di Lapangan Gongseng, Ciracas, Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Sebagai seseorang yang memiliki pengalaman sebagai pengusaha, Presiden membagi pesan kepada para penjual yang semuanya merupakan ibu-ibu ini, bahwa kunci utama adalah disiplin.

"Ya disiplin. Disiplin waktu, disiplin mengangsur, disiplin kualitas. Kecil-kecil begini memang harus mengikuti tren pasar," imbuhnya.

Jokowi berharap para pedagang yang ikut program Mekaar ini nantinya bisa mengembangkan usahanya menjadi lebih besar. Selain itu, Ia juga berharap agar para penjual ini memiliki kekuatan mental dalam menjalankan usahanya, terutama dalam menghadapi pasang surut dalam berdagang.

"Dulu yang jualan di rumah, kalau agak gede bisa memiliki warung, bisa memiliki toko. Mesti ke situ tahapan-tahapannya. Lebih gede, lebih gede, lebih gede. Naik turun dalam usaha itu biasa. Bangkrut dalam usaha juga biasa," tandas Presiden, seperti dilansir oleh Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Saat peninjauan, Presiden tampak didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Direktur Utama PNM Arief Mulyadi, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Sumber: Kemensetneg (Humas)

Tentang Penulis
Dewi Fadhilah Soemanagara
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar