Kegiatan Metra Digitalks #2 mengangkat topik “Disrupsi Teknologi di Bidang Kesehatan", Rabu, (7/4/21). (Foto: Telkommetra)

Jakarta, MNEWS.co.id – Metra Digitalks adalah ajang diskusi yang mengangkat topik berkaitan dengan kegiatan bisnis unit usaha Telkommetra yang bergerak di industri digital. Metra Digitalks merupakan bentuk usaha TelkomMetra untuk melakukan edukasi produk unit usaha kepada target audiens baik internal maupun internal.

Kali ini Metra Digitalks #2 mengangkat topik “Disrupsi Teknologi di Bidang Kesehatan,” dengan menghadirkan Gregorius Bimantoro selaku Ketua Asosiasi Healthtech Indonesia dan Dudy Effendi sebagai Direktur Utama TelkoMedika.

Berangkat dari data eConomy SEA report 2020 menyebutkan healthtech sebagai salah satu industri yang mengalami peningkatan sebesar 4x lipat selama masa pandemi Covid-19, Gregorius Bimantoro mengajak audiens untuk menengok masalah infrastruktur yang dihadapi Indonesia, hingga healthtech dirasa menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi keterbatasan akses kesehatan.

Sementara Dudy Effendi menyatakan dalam kondisi pandemi COVID-19 saat ini, digitalisasi sangat dibutuhkan, apalagi dengan kondisi social distancing maka interaksi pasien dan petugas harus minimal. Termasuk, kunjungan ke klinik yang jauh menurun karena ketakutan pasien. Maka sangat dibutuhkan layanan telemedicine dan teleconsult untuk konsultasi dengan petugas kesehatan dan pemberian obat.

Menurut dr. Gregorius Bimantoro, dari 107 perusahaan yang bergerak di bidang healthtech di Indonesia bisa dibagi ke dalam 7 kategori layanan, yaitu: information system, on-demand, e-learning, marketplace, media & community, teleconsult, ai & iot, hingga genetics

“Proses digitalisasi masih dalam tahap awal, perubahan yang sekarang terjadi di konsumen menuntut pelayanan kesehatan bisa meningkatkan kemampuan digitalnya,” kata Gregorius Bimantoro.

Ketika disinggung mengenai tantangan yang dihadapi pelayanan kesehatan, Gregorius Bimantoro dan Dudy Effendi sepakat bahwa pengembangan sumber daya manusia (SDM) sangat penting untuk bisa beradaptasi dengan setiap kemajuan teknologi yang terjadi.

“Saat ini yang dibutuhkan justru SDM di industri kesehatan agar bisa memahami integrasi transformasi digital dalam pelayanan kesehatan. Karena teknologi yang lengkap tidak akan bisa digunakan dengan baik, bila teknologi tersebut tidak bisa dikelola oleh para SDM-nya” tambah Gregorius Bimantoro.

Dudy juga menambahkan ada dua hal yang menjadi tantangan dalam pelayanan kesehatan. “Pertama tantangan yang datang dari sisi petugas pelayanan dan dari sisi pelanggan. Tantangan dari petugas layanan adalah bagaimana caranya mereka bisa menggunakan sistem yang ada dengan

baik. Sedangkan dari sisi pelanggan, adalah bagaimana memudahkan layanan lewat digitalisasi yang ada agar dapat melayani kebutuhan dengan baik,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Gregorius dan Dudy setuju bahwa diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak dalam mengembangkan healthtech, tidak hanya untuk mempermudah akses ke fasilitas kesehatan, tapi juga bisa menghemat biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat. Terkait dengan pandemi Covid-19, mereka berharap kolaborasi healthtech ini juga dapat berperan lebih besar dalam penanganan pandemi Covid-19, agar pemulihan ekonomi Indonesia bisa lebih cepat membaik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here