MNEWS.co.id – Pemerintah terus berupaya mendorong sektor ekonomi kreatif (ekraf) sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi di Indonesia. Salah satu langkah strategis terbaru adalah menjajaki kolaborasi dengan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) untuk mengembangkan potensi ekraf di Mandalika, Nusa Tenggara Barat.
Kawasan ini dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, dan dengan penguatan sektor ekraf, Mandalika diharapkan dapat menjadi pusat inovasi dan kreativitas yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Menyikapi hal tersebut, Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menjajaki peluang untuk memperkuat kolaborasi dengan ITDC) guna mendorong peran sektor ekonomi kreatif di Kawasan Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Sektor ekonomi kreatif sudah cukup luas, baik yang digital maupun non-digital, karena itu perlu terus digali potensinya sehingga harus ada kolaborasi khususnya di wilayah Mandalika,” kata Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar saat beraudiensi dengan ITDC di Kantor ITDC Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (9/12/2024).
Irene menyampaikan perlunya kolaborasi pada event dan festival kreatif yang dilaksanakan di Mandalika. Dan hal ini telah dilakukan Kemenekraf di hari sebelumnya, Minggu (8/12/2024) dengan melakukan kolaborasi perkenalan logo baru sekaligus peluncuran 3 IP Lokal pada acara Mandalika Festival of Speed 2024 Final Round yang berlangsung di Sirkuit Mandalika.
Selain itu, Irene mengatakan perlunya kolaborasi pada penguatan digitalisasi ekonomi kreatif.
“Kolaborasinya bisa berupa program pelatihan digital marketing bagi UMKM kreatif di Mandalika, implementasi teknologi digital untuk pemasaran produk, atau kolaborasi dengan startup ataupun e-commerce platform untuk pengembangan aplikasi khusus promosi produk,” ujar Irene.
Irene melanjutkan, potensi kolaborasi branding dan promosi juga perlu dikembangkan, misalnya dengan program storytelling untuk menonjolkan budaya lokal serta kisah sukses pelaku ekraf di Mandalika.
“Selain itu, kolaborasi terkait riset dan data ekonomi kreatif juga tidak kalah penting, seperti pemanfaatan data untuk menyusun strategi ekosistem kreatif berbasis lokal,” kata Wamenekraf Irene.
General Manager The Mandalika by ITDC, Wahyu Moehradi Nugroho, menyampaikan bahwa berdasarkan masterplan KEK Mandalika, banyak potensi yang bisa dikolaborasikan untuk sektor ekraf.
“Bila dilihat dari calendar of event The Mandalika selama tahun 2024, cukup banyak kegiatan yang terkait sektor ekraf di antaranya Nobar Seru Mandalika, Bazaar Mandalika Seru, dan My Lombok Street Food Festival,” kata Wahyu.
Kolaborasi antara pemerintah dan ITDC untuk mengembangkan ekraf di Mandalika menunjukkan komitmen dalam mendorong sektor kreatif sebagai bagian dari pembangunan ekonomi nasional.
Dengan memanfaatkan potensi besar yang dimiliki Mandalika, para pelaku ekraf lokal diharapkan dapat berkembang lebih pesat, sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata kawasan ini di mata dunia.