Pemerintah Dorong Pengusaha Indonesia Tingkatkan Ekspor ke Pasar Alternatif

Regina Mone | 09 Juli 2019, 17:15 WIB

Jakarta, MNEWS.co.id - Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mendorong pengusaha Indonesia untuk tingkatkan ekspor ke pasar alternatif melalui Indonesia-Latin America and the Caribbean (Ina-Latamcar) Business Forum 2019. Mengidentifikasi hambatan infrastruktur perdagangan dan mencari solusinya menjadi salah satu tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini. 

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Amerika II Kementerian Luar Negeri, Darianto Harsono, pada kegiatan “Penggalangan Pengusaha Jabodetabek dalam Rangka Persiapan Ina-Latamcar Business Forum 2019” di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Selain Direktur Amerika II, dalam kegiatan tersebut turut hadir 2 (dua) nara sumber dari LPEI, yaitu Rini Satriani, Kepala Departemen Riset dan Pengembangan Divisi Indonesia Exim Bank (IEB) Institute serta Nanda Hasrian dari Departemen Bisnis, BUMN dan National Interest Account (NIA).

Direktur Amerika II juga menyampaikan bahwa pada kegiatan Business Forum Kemlu menggandeng Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk melakukan kajian yang akan disusun dalam buku “Road to Latin America and the Caribbean”. Buku kajian ini rencananya diluncurkan sebelum Ina-Latamcar Business Forum dan akan menyajikan informasi antara lain mengenai potensi pasar dan tingkat risiko dagang dengan 33 negara di wilayah Amerika Latin dan Karibia yang akan bermanfaat bagi para pengusaha dalam memperluas bisnisnya ke wilayah tersebut.

Kegiatan “Penggalangan Pengusaha Jabodetabek dalam Rangka Persiapan Ina-Latamcar Business Forum 2019” di Jakarta, Selasa (2/7/2019). Foto: Kemenlu RI 

 

Sementara pihak LPEI menyampaikan dukungannya kepada pengusaha dengan memberikan fasilitas finansial dalam bentuk pembiayaan, penjaminan dan asuransi. Khusus untuk UKM yang ingin meningkatkan daya saing dan keunggulan produk ekspornya, LPEI juga menyediakan jasa konsultasi/capacity building, fasilitasi, advokasi, dan knowledge management.

Salah satu potensi ekspor yang cukup besar ke kawasan ini adalah biofuel, diungkapkan salah satu peserta dari Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia. Peserta juga merekomendasikan untuk mengundang Asosiasi atau pengusaha Biofuel dari negara Amerika Latin khususnya Kolombia (Fedebiocombustible) dan Peru pada Ina-Latamcar 2019 mendatang.

Beberapa produk unggulan lainnya yang memiliki prospek cukup baik untuk diekspor ke kawasan antara lain, kendaraan dan bagiannya, plastik & barang dari plastik, tekstil & produk tekstil, besi & baja, berbagai produk kimia, binatang laut, perhiasan/permata, produk kayu, alumunium, dan bahan kimia anorganik.

Tercatat total perdagangan Indonesia dengan kawasan Amerika Latin dan Karibia tahun 2018 mencapai US$ 7,6 milyar atau sekitar 2,06 % dari total perdagangan Indonesia dengan dunia. Sementara menurut Oxford Economic report yang dikutip oleh LPEI, ekspor Indonesia ke kawasan Amerika Latin dan Karibia pada tahun 2018 baru mencapai 3,58 milyar atau 1,98% ekspor Indonesia ke dunia.

Kegiatan Penggalangan Pengusaha ini dihadiri 85 peserta dari 56 perusahaan, wakil KADIN Pusat, APINDO dan Disperindag Kota Bogor. Hingga saat ini tercatat 57 perusahaan Indonesia yang telah mendaftarkan keikutsertaannya pada Ina-Latamcar Busines Forum 2019.

Tentang Penulis
Regina Mone
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar