Peluncuran Buku “Jurnalisme Ramah Pariwisata”, Kontribusi Pers Dukung Iklim Turisme

Dewi Fadhilah Soemanagara | 08 Februari 2019, 22:28 WIB

Surabaya, MNEWS.co.id – Buku “Jurnalisme Ramah Pariwisata” resmi diluncurkan. Buku yang digagas oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) ini menyuguhkan perspektif etis tentang bagaimana pers memberitakan pariwisata dan isu-isu terkait lainnya.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyampaikan, sektor pariwisata yang tengah berkembang saat ini memerlukan iklim yang kondusif. Jurnalisme ramah pariwisata menjadi salah satu kontribusi pers untuk menciptakan iklim yang mendukung.

"Hal ini perlu dimulai dengan membangun pemahaman bahwa industri pariwisata adalah industri yang sangat sensitif terhadap pemberitaan pers dan opini publik yang mengikutinya,” kata Arief Yahya dalam Peluncuran Buku Jurnalisme Ramah Pariwisata di Hotel JW Marriott Surabaya, Kamis (07/02/2019) dilansir dari Kominfo.

Peluncuran buku dilakukan Menpar bersama Ketua SMSI Auri Jaya, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Atal S. Depari, serta sejumlah tokoh pers nasional antara lain Ishadi SK, Margiono, dan Ilham Bintang.

Menpar berharap buku yang diharapkan dapat dijadikan sebagai pedoman bagi kalangan pers dan masyakat khususnya netizen dalam memberitakan peristiwa bencana agar tetap ramah pariwisata. Ia mengatakan, benar jika dinyatakan bahwa pers mesti senantiasa menjalankan fungsi kontrol terhadap bagaimana pemerintah melaksanakan kebijakan-kebijakan pariwisata serta bagaimana industri pariwisata menjalankan fungsi bisnisnya. 

Namun di saat yang sama, pers juga mesti memberi daya dukung terhadap upaya mewujudkan iklim yang kondusif bagi pengembangan sektor pariwisata. 

Sementara itu Ketua SMSI Auri Jaya mengatakan, materi dalam buku ‘Jurnalisme Ramah Pariwisata’ ini mengupas posisi wartawan dalam memberitakan sebuah peristiwa bencana agar tetap ramah terhadap pariwisata serta bagaimana netizen bisa memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan informasi positif yang tidak berpotensi menimbulkan masalah, termasuk persoalan hukum.

"Buku ini bisa menjadi pegangan para wartawan, netizen, aparatur pemerintah, dan para pemangku kepentingan dalam menyebarkan informasi atau berita terkait kebencanaan dan pariwisata,” kata Auri Jaya.

Buku setebal 213 halaman menyajikan tujuh tema bahasan di antaranya Jurnalisme Ramah Pariwisata Sebuah Panduan Etika Liputan, Prinsip-prinsip Etika Jurnalisme Pariwisata, Praktek Jurnalisme Ramah Pariwisata di 3 Negara, Wartawan Jangan Tinggalkan Tiga Prinsip Utama Jurnalistik, Media Sosial: Pedang Bermata Dua, dan Ancaman Dunia Pariwisata, Konsep dan Fakta tentang Pariwisata yang perlu Diketahui Wartawan, dan Catatan Penutup: Peran Besar Media dan Nitizen dalam Mendukung Pariwisata Indonesia. 

Masing-masing tema tersebut ditulis oleh para kontributor yang juga sebagai praktisi di dunia pers antara lain Nurcholis MA Basyari, Yoseph Adi Prasetyo, Suprapto, Auri Jaya, dan Agus Sudibyo sebagai editor. 

Sementara sebagai Menteri Pariwisata, Arief Yahya secara khusus memberikan kata sambutan dalam buku ini. 

Peluncuran buku yang digelar dalam acara Gala Dinner Hari Pers Nasional 2019 tersebut sebagai rangkaian dari kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Jawa Timur yang pada puncak acaranya akan berlangsung di Surabaya, Sabtu (9/2/2019).

 

Sumber: Kominfo

Tentang Penulis
Dewi Fadhilah Soemanagara
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar