Peluang Pasar Produk KUKM Merambah ke Azerbaijan

Dewi Fadhilah Soemanagara | 19 Juni 2019, 14:57 WIB

Jakarta, MNEWS.co.id – Keduataan Besar RI di Baku, Azerbaijan mendorong peran Indonesia dalam pameran Indonesia Cultural Festival (ICF) 2019 yang merupakan kegiatan terpadu dalam mempromosikan potensi ekonomi, pariwisata, serta sosial budaya Indonesia. ICF yang diselenggarakan oleh KBRI Baku akan berlangsung pada 13–15 September 2019 di Fountain Square Baku, Azerbaijan.

Dubes RI di Baku, Husnan Bay Fananie mengatakan pameran ICF dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke Azerbaijan, serta meningkatkan arus pariwisata turis Azerbaijan ke Indonesia. Selain itu, untuk mendukung interaksi lebih lanjut antara komunitas bisnis Indonesia dan Azerbaijan. Bersamaan dengan itu, KBRI Baku akan melaksanakan business matching pada 12 September 2019.

“Saya menginformasikan bahwa terdapat 30 booth untuk pengusaha Indonesia sebagai sarana mempromosikan produk Indonesia masuk ke pasar Azerbaijan,” kata Dubes Husnan dalam acara Workshop ‘Peluang Ekspor ke Azerbaijan di gedung Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Dubes Husnan akan menggratiskan UKM Indonesia peserta pameran ICF. Tidak hanya booth gratis, pihaknya juga menyediakan kendaraan operasional yang bisa membantu UKM selama mengikuti pameran. Dubes juga akan menyewakan wisma sebagai tempat penginapan bagi peserta.

“Adapun produk-produk Indonesia yang telah memasuki pasar Azerbaijan adalah produk makanan, minuman, parket kayu dan furniture, serta sabun. Ini yang bisa menjadi rujukan bagi bapak-ibu semuanya,” papar Dubes Husnan.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan mengatakan pameran ICF bisa dijadikan sebagai momentum untuk memperkenalkan produk UKM Indonesia ke pasar global. Karena itu, Rully meminta pelaku UKM peserta pameran agar mempersiapkan produknya dengan baik terutama memperhatikan sisi kualitas.

“Kita hadapi pameran ini dengan persiapan yang serius. Kita akan simulasi di Smesco biar jangan sampai gak bagus, nanti bisa berdampak kepada produk yang lain,” papar Rully.

Deputi Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM Victoria br Simanungkalit mendukung penuh perluasan pasar produk KUKM Indonesia ke wilayah Asia Tengah khususnya di Azerbaijan dan negara-negara di sekitarnya. Ia menegaskan bahwa peluang pasar non-tradisional seperti Azerbaijan sangat perlu untuk dijajaki oleh UKM Indonesia karena memiliki potensi yang besar.

“Maka kami akan buka peluang kepada UKM untuk memulai. Persaingan kita ketahui masih terbatas di sana sehingga menjadi peluang bagi bapak-ibu untuk memulai bisnis di Azerbaijan,” tutup Victoria.

Tentang Penulis
Dewi Fadhilah Soemanagara
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar