Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki didampingi Deputi Bidang Pengembangan Sumberdaya Manusia , Arif Rahman Hakim menghadiri acara penutupan Program Pelatihan Wirausaha Berbasis Kuliner Sahabat Tuli yang diselenggarakan oleh Perempuan Tangguh Indonesia, Jakarta, Sabtu (5/09/20). (Foto: Dok. Kemenkop UKM)

Jakarta, MNEWS.co.id – Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mendorong upaya pemberdayaan kaum disabilitas melalui gerakan kewirausahaan sosial. Hal ini akan menjadi basis keadilan ekonomi, terutama pada saat masyarakat tengah melakukan pemulihan ekonomi di era pandemi Covid-19.

“Pemerintah sedang mempersiapkan sebuah kebijakan afirmatif (affirmative action policy) untuk kelompok masyarakat penyandang disabilitas, agar mereka dapat berpartisipasi dan terbangun sistem ekonomi inklusif sebagaimana telah diperkenalkan oleh Presiden Jokowi,” ungkap Teten.

Teten mengatakan bahwa upaya mencapai keadilan sosial memang harus berbasis pada gerakan sosial yang bertransformasi menjadi kewirausahaan sosial. Mengingat, gerakan sosial ini lahir dari kekuatan ekonomi yang pada akhirnya akan membuat gerakan sosial berkelanjutan dan berdampak pada kemajuan masyarakat.

“Salah satu yang harus juga diperhatikan, gerakan ini harus mampu memutus rantai kemiskinan pada kelompok masyarakat rentan, dengan upaya serius untuk mencegah terputusnya pendidikan untuk anak-anak dan remaja. Karena hanya dengan pendidikanlah maka rantai kemiskinan akan terputus dan generasi masyarakat selanjutnya akan lebih sejahtera dan mandiri,” tambahnya.

Ia pun menyambut baik upaya Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) untuk menyelenggarakan pelatihan dengan target penyandang disabilitas, karena tanpa dukungan berbagai pihak, mereka tidak akan dapat bertahan dari berbagai kompetisi yang ada dalam masyarakat.

Koordinator Pelatihan Kewirausahaan untuk Penyandang Tuli PTI, Yenee Krisnandari menjelaskan bahwa pelatihan yang telah diselenggarakan sejak tanggal 8 Agustus 2020, ini terdiri dari serangkaian kegiatan latih dari mulai pertemuan tatap muka, penumbuhan motivasi, dan dilanjutkan dengan kegiatan praktik bersama dua koki profesional.

“Kami telah mulai melakukan pemasaran dari produk teman-teman penyandang tuli ini. Respon masyarakat untuk membeli produk mereka sangat membanggakan, terutama upaya dari ibu-ibu yang tergabung dalam PTI untuk ikut mempromosikan produk ini,” kata Yenee.

Sementara itu, Ketua Umum PTI, Myra Winarko, menyampaikan bahwa Pelatihan Wirausaha Berbasis Kuliner angkatan pertama yang didukung oleh Modena menjadi bukti bahwa PTI telah mengusung program yang tepat untuk terus memberdayakan teman-teman disabilitas dengan harapan mereka mampu menjadi SDM yang kaya akan keterampilan di bidang kuliner, mampu bersaing, dan mandiri secara finansial.

“Ini akan menjadi model utama gerakan sosial Perempuan Tangguh Indonesia, yaitu gerakan sosial yang bertransformasi menjadi berbagai kewirausahaan sosial, yang berdampak terhadap kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here