Menko Darmin: KUR Peternakan Rakyat, Gerakkan Sektor Ekonomi Pedesaan

Dewi Fadhilah Soemanagara | 11 Februari 2019, 11:47 WIB

Malang, MNEWS.co.id – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, kembali menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus peternakan rakyat. Hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan akses pembiayaan khususnya bagi para peternak yang berada di wilayah pedesaan. KUR ini dilakukan serentak di 5 daerah yang dipusatkan di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

“KUR peternakan rakyat merupakan perluasan jenis KUR yang dimaksudkan untuk menggerakkan sektor ekonomi tradisional di pedesaan yang dikelola oleh rakyat, yang menunjukkan keberpihakan Pemerintah terhadap UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah, red),” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat acara penyerahan KUR, pada Sabtu (9/2/2019) dilansir dari keterangan tertulis Kemenko Bidang Perekonomian.

Hari ini, sambung Menko Darmin, merupakan momentum yang baik dalam mengoptimalisasi penyaluran KUR Peternakan Rakyat. Kecamatan Pujon Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur dipilih sebagai lokasi penyerahan KUR Peternakan karena memiliki jumlah peternak yang besar sekaligus didukung oleh lahan peternakan yang luas dan subur.

Acara penyaluran KUR khusus peternakan juga dilaksanakan serentak di 5 lokasi pendukung melalui video conference yaitu Kota Sumba Timur - Provinsi NTT, Kota Magelang – Provinsi Jateng, Kota Lampung Tengah – Provinsi Lampung, Kota Sinjai – Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Garut – Provinsi Jawa Barat. Kelimanya merupakan daerah penghasil ternak yang utama.

“Perayaan serentak ini bertujuan untuk mensosialisasikan KUR Peternakan Rakyat kepada seluruh masyarakat di seluruh Indonesia,” kata Menko Darmin.

Skema KUR Peternakan yang ditetapkan oleh pemerintah terbukti membantu para peternak dalam mengakses pembiayaan untuk membantu permodalan. Tercatat sejak 2015 hingga 2018, KUR Peternakan sudah dinikmati oleh 687,897 debitur dengan total plafon sebesar Rp 14,4 triliun.

Kredit Usaha Rakyat pun telah lama menjadi perhatian Presiden Jokowi. Bahkan di awal 2015, Presiden meminta bunga KUR diturunkan hingga 7%. Belum pernah pemerintah memberi bunga serendah itu. "Lantas bagaimana caranya? Dengan cara Pemerintah memberi subsidi pada bunganya," terang Menko Darmin.

Kepada para santri yang hadir, Menko Darmin berpesan seusai sekolah nanti, hendaknya jangan takut memulai usaha sendiri. Mau berwirausaha di sektor peternakan, perkebunan, silakan. "Karena, hanya dengan berusaha kita akan menjadi bangsa yang maju. Pemerintah sudah membangun infrastruktur sebagai prasyarat. Petani, peternak, nelayan, semuanya mendapat manfaat", tegasnya.

Selanjutnya bagi masyarakat yang hadir, Menko Darmin memberi saran, "mulailah beternak secara berkelompok, jangan sendiri-sendiri". Dengan berkelompok, maka perencanaan usaha akan lebih terstruktur dan disiplin terjaga. Masing-masing anggota bisa saling mengingatkan dan membantu bila ada yang sakit atau kesulitan. Selain itu, para offtaker akan lebih mudah mengumpulkan hasil ternak, dengan harga yang lebih terjaga.

Dalam sesi perbincangan dengan Amirudin, seorang peternak sapi asal Sinjai melalui video conference, Menko Darmin berpesan agar sebisa mungkin memanfaatkan fasilitas KUR yang disediakan pemerintah.

"Jangan takut KUR habis, itu kita siapkan banyak (plafonnya). Manfaatkanlah, guna membeli peralatan yang produktif". Ketika ditanya bagaimana harapannya terhadap KUR, Amirudin dengan malu-malu menjawab, "sudah sangat mudah Pak, tapi kalau bisa bunganya diturunkan lagi", yang lantas disambut sorak sorai para peserta lainnya.

Sumber: Ekon

Tentang Penulis
Dewi Fadhilah Soemanagara
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar