Mengapa Harus Berjualan Online?

Dewi Fadhilah Soemanagara | 21 September 2018, 17:46 WIB

Jakarta, MNEWS.co.id – Jagat online menjadi rimba pasar tersendiri bagi para pelaku usaha. Per Juni 2017, berdasarkan data dari Quora, 51 persen populasi dunia adalah pengguna internet aktif. Jumlah ini terus berkembang. Dengan jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai sekitar 132 juta orang, peluang ini tentu harus dimanfaatkan, khususnya bagi para pelaku UMKM.

Ghalih Wirahadi Akbari dari Shopee Indonesia, membeberkan potensi marketplace sebagai ‘tempat berjualan’ dengan prospek laten yang harus dimanfaatkan oleh setiap pelaku bisnis. Pelaku UMKM misalnya, bisa men-display produknya semenarik mungkin dan menjangkau seluruh Indonesia bahkan dunia hanya dari marketplace.

Sebagai marketplace yang berangkat dari aplikasi yang mudah digunakan, Shopee memiliki misi sebagai wadah sosial yang mempertemukan berbagai seller dan buyer dari seluruh Indonesia. Dari data yang ada, penjualan Shopee tertinggi ada di Indonesia, mencapai angka 40 persen.

“Dari 7 negara yang ada seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Taiwan, dan Indonesia, negara kita ini punya angka penjualan tertinggi sebesar 40%. Kami berupaya membuat marketplace berbasis aplikasi yang mobile friendly agar pengguna bisa mudah bertransaksi kapan dan di mana saja,” tutur Ghalih dalam sesi Kelas Komunitas Sahabat UMKM dan Shopee di Jakarta Creative Hub, Kamis (20/9/18).

Ghalih Wirahadi Akbari dalam sesi Kelas Komunitas Sahabat UMKM dan Shopee,
di Jakarta Creative Hub, Kamis (20/9/18). Foto: (doc/MNEWS)

Shopee yang bebas komisi dengan program gratis biaya ongkir ini juga memiliki kepedulian terhadap para pelaku UMKM Indonesia. Program pembinaan dan pendampingan UMKM berkelanjutan terus dilakukan, salah satunya dengan mengedukasi pelaku UMKM terkait karakter pembeli online dan 7 tahapan psikologi pembeli.

“Yang dilihat calon pembeli ketika mencari produk secara online antara lain rincian produk, berapa harganya, dan seperti apa kemasannya. Ada 7 tahapan psikologis dari pembeli di dunia online, yang pertama, exposure terhadap produk yang ditampilkan. Lalu calon pembeli akan mengalami ketertarikan dan punya ekspektasi akan produk tersebut,” pungkasnya.

Setelah itu, calon pembeli biasanya akan melakukan perbandingan dengan penjual lain, terkait mutu produk dan harga yang ditawarkan. Di sinilah peran penjual sangat penting untuk meyakinkan calon pembeli agar lebih condong menerima penawaran yang ada, dan tidak mencari-cari penawaran dari penjual lainnya. Jika calon pembeli sudah berhasil diyakinkan, dengan sendirinya mereka akan memutuskan menerima penawaran dan jika pelayanan yang diberikan penjual itu bagus, pembeli akan puas dan tidak ragu untuk balik lagi ke penjual yang sama.

Kunci terpenting dalam berjualan online adalah foto produk, karena kualitas sangat menentukan daya tarik pembeli. Ghalih juga menjelaskan tips dan trik agar foto produk semakin dilirik. Pengetahuan mendasar semacam ini sangat diperlukan oleh pelaku UMKM agar bisa meningkatkan daya saingnya di dunia online.

Tentang Penulis
Dewi Fadhilah Soemanagara
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar