Kredit Macet Rendah, Kinerja KUR 2018 Salurkan Rp 120 Triliun

Dewi Fadhilah Soemanagara | 11 Februari 2019, 12:22 WIB

Malang, MNEWS.co.id – Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan skema baru terbukti meningkatkan usaha pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir melaporkan, sejak KUR skema baru dengan sistem subsidi diluncurkan pada 2015 hingga akhir tahun lalu, KUR sudah disalurkan kepada 13,8 juta debitur UMKM dengan total akumulasi plafon sebesar Rp 333 Triliun. Hal tersebut disampaikannya saat acara penyerahan KUR bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Sabtu (9/2/2019).

Sedangkan penyaluran KUR selama 2018 mencapai Rp 120,35 triliun, atau 97,2% dari target tahun 2018 sebesar Rp 123,801 triliun. Kinerja penyaluran KUR yang baik tersebut juga diikuti dengan terjaganya kualitas KUR yang tercermin dari tingkat Non Performing Loan (NPL) KUR sampai tahun 2018 ini yang hanya sebesar 1%. Rendahnya kredit macet ini menunjukkan bahwa sektor UMKM sangat disiplin dalam membayar kewajiban angsurannya.

Khusus di Jawa Timur, jumlah KUR yang disalurkan di Provinsi ini per akhir 2018 sebesar Rp 54,4 Triliun,yang diberikan kepada 2,6 juta debitur. Dari jumlah tersebut, KUR yang disalurkan untuk peternak di Provinsi Jawa Timur mencapai Rp 3,1 Triliun, yang diberikan kepada 175.489 debitur.

Total penyaluran KUR Peternakan Rakyat yang disalurkan khusus pada hari ini sebesar Rp 21,29 Miliar kepada 205 debitur, dengan rincian:

  1. Malang = Rp 1,7 Miliar kepada 15 debitur;
  2. Magelang = Rp 1,6 Miliar kepada 12 debitur;
  3. Garut = Rp 12,98 Miliar kepada 150 debitur;
  4. Lampung Tengah = Rp 1,9 Miliar kepada 12 debitur;
  5. Sumba Timur = Rp 2,3 Miliar kepada 13 debitur;
  6. Sinjai = Rp 725 juta kepada 3 debitur.

Selain penyaluran KUR Peternakan Rakyat, pada acara ini juga turut disalurkan Corporate Social Responsibility (CSR), asuransi ternak, serta penyerahan santunan anak yatim. Bentuk pemberian CSR oleh penyalur KUR, penjamin KUR dan juga Pemerintah Daerah adalah alat pencacah ternak, instalasi biogas, hand tractor mini, alat penampung susu, serta alat-alat penunjang peternakan lainnya.

Sementara itu Asisten II Perekonomian Pemprov Jawa Timur Wahid Wahyudi menyampaikan apresiasi atas digulirkannya KUR peternakan. Menurutnya, Jatim punya potensi yang tinggi di sektor Peternakan. Data tahun 2018 menunjukkan jumlah sapi potong mencapai 4.6 jt ekor, atau 30% dari populasi nasional. Sama halnya dengan sapi perah, sebanyak 278 ribu ekor, 51% dr populasi nasional.

Namun kendala yang dihadapi biasanya kebanyakan rumah tangga masih memiliki sapi betina kurang dari 4 ekor perkeluarga, sehingga belum bisa dijadikan pendapatan utama. Dengan adanya KUR Peternakan ini diharapkan skala kepemilikan dapat meningkat hingga 10 ekor sapi perkeluarga, sehingga bisa dijadikan sumber pendapatan warga.

Acara yang dihadiri lebih dari 5.000 orang peserta di Lapangan Desa Pandesari ini, turut pula dihadiri oleh Deputi Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Dirjen Peternakan Kementan, Sekda Pemkab Malang, Asisten Perekonomian Pemprov Jatim, Direksi Perbankan BUMN, Direksi Lembaga Penjamin Kredit, serta unsur muspida setempat. 

Sumber: Ekon

Tentang Penulis
Dewi Fadhilah Soemanagara
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar