Klasik Beans Raih '2019 Community Leadership Award’

Regina Mone | 15 Mei 2019, 13:58 WIB

MNEWS.co.id - Koperasi Klasik Beans meraih ‘2019 Community Leadership Award’ dari organisasi lingkungan The Rainforest Alliance. Penghargaan itu diterima pendiri Klasik Beans Eko Purnomowidi dan manajer Klasik Beans Deden Rizal Pahlevi, pada acara 32nd Spring Gala (Pesta Musim Semi ke-32) di American Museum of Natural History di New York, Amerika Serikat, Rabu (8/5/2019).

Melalui proses seleksi yang panjang, Klasik Beans berhak meraih penghargaan bergengsi itu atas komitmennya dalam penghijauan hutan. Koperasi yang berada di kawasan Gunung Puntang Kecamatan Cimaung itu mewakili konsep pengembangan perkebunan kopi rakyat yang berkelanjutan untuk masa depan.

Melansir dari informasi di situs resmi Pemprov Jawa Barat, Imas Suryati selaku Quality Control Klasik Beans mengungkap, awalnya koperasi ini didirikan sebagai relawan tanggap bencana dan organisasi pelestarian hutan. Determinasi dan konsistensi dalam mengedepankan agroforestry (pertanian berbasis kehutanan), terang Imas, membuat koperasi ini berhasil mencuri perhatian The Rainforest Alliance.

“Awalnya kami adalah kelompok pencinta alam, relawan bencana dan tukang tanam pohon di hutan-hutan dataran tinggi, yang semakin kritis karena ulah manusia. Kami menggunakan kopi untuk advokasi perkebunan rakyat berbasis agroforestry. Tujuannya tidak lain adalah memperbaiki alam yang sudah rusak, agar dapat kembali menjadi warisan untuk masa depan,” ungkap Imas Suryati melalui sambungan whatsapp, Sabtu (11/5/2019).

Berbagi pengetahuan tentang agroforestry dengan masyarakat, sebagai solusi jangka panjang atas bahaya yang ditimbulkan oleh deforestasi (penggundulan hutan), pihaknya terus berkomitmen memberikan pendidikan tentang manfaat konservasi hutan. Hingga tahun 2018, dengan melibatkan masyarakat melalui kopi dan pelestarian tanaman endemik, seluas 270 hektare lahan kritis di 7 titik di Jawa Barat berhasil direforestasi (dihijaukan kembali).

Di samping itu, Klasik Beans berhasil melahirkan kembali identitas kopi Jawa Barat yang sempat terlupakan semenjak era Belanda. Koperasi tersebut telah memiliki rekam jejak mentereng di industri kopi tanah air. 

“Kopi dari Klasik Beans dibawa oleh barista-barista negara lain untuk berkompetisi di level internasional. Koperasi kami ini yang pertama kali mengantungi Surat Keterangan Asal (SKA) guna mengekspor kopi identitas Jawa Barat,” lanjut Imas.

Koperasi yang dibentuk pada tahun 2009 itu, fokus pada konservasi dan reboisasi setelah pembalakan liar yang menyebabkan tanah longsor Gunung Mandalawangi tahun 2004. Berawal dari delapan orang petani kopi, kini menjadi 516 orang, mereka membantu mencegah erosi dan tanah longsor, melindungi sumber air, dan habitat satwa liar. 

Upaya tersebut mencapai tonggak utama, saat The Rainforest Alliance memberikan sertifikasi pada awal 2019. Tentunya raihan penghargaan ini menjadi angin segar bagi industri kopi Indonesia, dan menjadi wajah perkebunan kopi rakyat yang berwawasan lingkungan untuk masa depan.

“Kini kami yakin bahwa alam yang kami rawat, akan memberikan kehidupan bagi para petani-petani kopi Paguyuban Tani Sunda Hejo, yang telah menjadi bagian dari Koperasi Klasik Beans,” tutup Imas.

Eko Purnomowidi mengucapkan terima kasih kepada The Rainforest Alliance. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus berupaya menyelamatkan lingkungan. “Mari kita bersama-sama menanam pohon. Selamatkan lingkungan, selamatkan jiwa manusia,” ujar Eko di akun instagramnya.

Tentang Penulis
Regina Mone
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar