Ketahanan Bisnis KUKM Hadapi Bencana Perlu Diperkuat

Dewi Fadhilah Soemanagara | 13 April 2019, 11:00 WIB

Banten, MNEWS.co.id – Pelaku usaha di daerah diharapkan dapat mempertahankan usahanya meski dilanda bencana. Sebab, upaya untuk mempertahankan usaha bagi UMK apabila terjadi bencana belum optimal dilakukan.

Hal ini disebabkan banyaknya jumlah bencana yang terjadi dan jumlah KUMKM yang terkena bencana dalam beberapa tahun terakhir. Di samping itu, lemahnya ketahanan bisnis koperasi dan UKM dalam menghadapi bencana.

“Untuk itu, ke depan Kementerian Koperasi dan UKM akan terus berupaya untuk mengurangi risiko usaha agar dampak bencana bagi KUMKM dapat diminimalisir,” kata Asdep Perlindungan Usaha Kemenkop dan UKM Sutarmo dalam acara Bimbingan Teknis Ketahanan Usaha KUMKM di Wilayah Bencana di Pandeglang, Banten, Jumat (12/4/2019).

Upaya itu di antaranya dengan menyelenggarkan bimtek. Output dari bimtek ini, yakni peserta akan memperoleh semangat untuk berusaha, peserta memperoleh praktik dalam pembuatan kue berbahan dasar tepung terigu dari PT Sriboga Flour Mill, dan peserta akan difasilitasi memperoleh izin usaha.

Dalam bimtek peserta diberikan pembekalan motivasi mempertahankan bisnis dalam situasi terdampak bencana, pengurusan Izin usaha mikro kecil melalui sistem OSS dan praktek pengolahan makanan olahan berbahan baku tepung terigu bekerja sama dengan PT Sriboga Flour Mill.

“Kerja sama dengan PT Sriboga Flour Mill dengan memberikan praktek pengolahan makanan. Diharapkan UKM makin terampil, dan kreatif dalam menghasilkan produk makanan, mendapatkan bahan baku yang lebih murah dan mudah sehingga produk UMKM dapat bersaing di pasar dengan harga yang kompetitif,” ujar Sutarmo.

Selain itu, para peserta dihimbau untuk memanfaatkan konsultasi atau pendampingan yang ditawarkan oleh PT JEEMWE. Para peserta juga diharapkan agar menyusun rencana usaha, apa yang sudah dilaksanakan dan hasilnya seperti apa.

Turut disosialisasikan program strategis Kemenkop dan UKM dalam rangka penguatan usaha/daya saing yaitu Early Warning System (EWS), PLUT-KUMKM, Kemitraan Nilai dan Rantai Pasok dengan Usaha Besar, Rehabilitasi UMK Pasca bencana dan IUMK.

Dalam kesempatan ini, Kemenkop dan UKM langsung memberikan NIB dan IUMK kepada 2 (dua) pelaku usaha yaitu Afiatun Inayah yang memiliki usaha jamu tradisional dan Septia Maulida yang memiliki usaha pembuatan bros.

Tentang Penulis
Dewi Fadhilah Soemanagara
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar