Ilustrasi IKM Go Digital. (Foto: ANTARA)

Jakarta, MNEWS.co.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong Industri Kecil Menengah (IKM) memanfaatkan teknologi digital dalam memasarkan produk. Cara itu perlu dilakukan guna beradaptasi dengan kondisi saat ini.  

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menyampaikan, terkait dengan penerapan teknologi digital bagi IKM sebagai langkah penerapan peta jalan Making Indonesia 4.0, sejak 2017 Kemenperin melaksanakan program e-Smart IKM.

“Dalam program ini, IKM dipacu bisa memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran produk mereka, utamanya melalui e-commerce,” katanya

Antusiasme pelaku IKM mengikuti program e-Smart IKM 2020 yang disinergikan dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) cukup besar. Totalnya mencapai 3.956 IKM sejak dibuka pendaftaran dari 5 Juni sampai 1 September 2020.

Sebanyak 2.014 IKM pendaftar di antaranya, telah dikurasi lalu ditindaklanjuti pembinaannya. Sebanyak 13 persen dari jumlah tersebut merupakan IKM produk komoditi logam, permesinan, elektronika, dan alat angkut.

Adapun pembinaan lanjutan yang dimaksud dilaksanakan melalui bimbingan teknis dan pendampingan manajemen usaha serta optimasi pemasaran online. Selain itu juga terdapat fasilitasi akun premium di marketplace business to business (B2B) dan marketplace global.

Festival virtual ini merupakan salah satu bentuk tindak lanjut dari program e-smart IKM sebagai sebuah pengalaman digital, baik untuk IKM maupun pengunjung pameran dalam memanfaatkan pemasaran online.

Langkah lain, Kemenperin juga memperkenalkan Imajin (www.imajin.id) yang merupakan startup digital hub manufaktur. Tujuannya, menghubungkan IKM yang menyediakan jasa manufaktur dengan pemilik brand dan pemilik paten atau desain, supaya dapat membuat produk berskala lebih besar dan masif, serta menghubungkan industri besar dengan IKM.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here