JIPremium Product Fair 2018, Hadirkan UKM Ramah Lingkungan

Dewi Fadhilah Soemanagara | 03 Desember 2018, 12:49 WIB

Jakarta, MNEWS.co.id –  Sejumlah UKM ramah lingkungan (eco friendly) binaan Kementerian Koperasi dan UKM tampil dalam ajang Jakarta International Premium Products Fair 2018 (JIPREMIUM) yang digelar 22 – 24 November 2018 lalu, di Jakarta Convention Center, Jakarta.

JIPREMIUM 2018 diikuti 200 pelaku usaha kecil dan menengah dari Indonesia dan Korea Selatan yang menawarkan beragam produk premium. JIPREMIUM 2018 juga memberikan kesempatan bagi UKM untuk melebarkan bisnisnya melalui berbagai kesepakatan bisnis yang lebih luas seperti B2B program dan berkesempatan untuk mendaftar berbagai marketplace skala nasional dan internasional seperti Bukalapak, Tokopedia, Mitra10, Gramedia, dan JD.id.

Perhelatan ini dibuka secara resmi oleh CEO Coex Korea, Dong Won Lee, Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang Beom, Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Hubungan Antar Lembaga  Luhur Prajanto, serta Direktur Hubungan Internasional Kadin.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM, Victoria bs Simanungkalit mengatakan, partisipasi Kementerian Koperasi dan UKM pada pameran JIPREMIUM menampilkan UKM dengan inovasi desain berkonsep eco friendly and sustainable material desain.

"Hal ini terlihat dari adanya aktivitas bisnis pelaku UKM yang ramah lingkungan melalui penggunaan bahan baku alami, serta pemberdayaan masyarakat yakni dengan menyerap tenaga kerja dari lingkungan sekitar,” pungkas Victoria.

Produk-produk pelaku UKM yang difasilitasi Kementerian Koperasi dan UKM tersebut mampu berkompetisi di pasar global dengan mengedepankan kualitas dan mengangkat isu-isu lingkungan.

"Tentu bisnis tidak hanya mengedepankan kualitas dan keuntungan, tetapi juga penting memperhatikan dampak aktivitas bisnis terhadap keberlangsungan lingkungan," imbuhnya.

Pelaku UKM yang difasilitasi Kementerian Koperasi dan UKM pada JIPREMIUM 2018 ini, menampilkan berbagai produk home décor, craft, dan aksesoris, dengan daftar UKM yakni dari Provinsi Banten – Doxology; Jawa Barat - Nina Kreasi Tas Goni, Lakanua Jam Tangan Semen, Sagalakayu, Nuwahardo; Jawa Tengah - Eboni Watch; D I Yogyakarta - Semilir Eco Print Leaf; Bali - Maharani Craft; dan Nusa Tenggara Timur - Du’anyam.

Lebih lanjut Victoria menyampaikan pentingnya jaringan pemasaran internasional bagi para UKM, serta produk UKM harus memiliki keunggulan komparatif dan daya saing agar bisa menembus pasar global/internasional.

Pasalnya, KUKM mempunyai peranan penting dalam pembangunan terutama kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 60%.

"KUKM agar lebih memperhatikan sertifikasi produk seperti merek, ISO, dan HACCP agar dapat lebih mempermudah KUKM dalam melakukan ekspor”, saran Victoria.

Hingga hari terakhir penutupan pameran, pelaku UKM yang difasilitasi Kementerian Koperasi dan UKM berhasil membukukan transaksi dengan total nilai sebesar Rp 381.700.000,-.

Tentang Penulis
Dewi Fadhilah Soemanagara
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar