Ilustrasi UMKM Muda. (Foto: Pertamina)

Jakarta, MNEWS.co.id – Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) memaparkan, generasi muda punya peran untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk lebih berdaya di masa pandemi Covid-19.

Ketua Dewan Pengurus PANDI, Yudho Giri Sucahyo mengatakan generasi muda sesungguhnya bisa membantu para pelaku UMKM dengan memanfaatkan platform media sosial dan teknologi.

“Kita kan suka dengar ada pedagang kaki lima yang gara-gara ada satu atau dua anak muda, bukan influencer terkenal, di TikTok mempromosikan warung itu, minggu depannya antri,” kata Yudho.

Ia mencontohkan yaknibagaimana anak-anak muda sekadar mengunggah foto-foto yang Instagramable tentang sebuah lokasi wisata seperti pantai, yang membuat banyak orang pergi ke sana.

“Jadi sebenarnya itu kan cuma di ujung jempol kita. Generasi muda ini tinggal ambil foto yang bagus, kasih efek sedikit kiri kanan, lalu kemudian beri caption yang menarik, posting. Itu Anda sudah memasyarakatkan ke seluruh pengguna internet,” ujarnya.

Yudho mengakui banyak pelaku UMKM yang merupakan baby boomer dan gaptek alias gagap teknologi. Maka dari itu, Ia pun menambahkan generasi muda bisa membantu mereka yang sebenarnya punya potensi, namun karena keterbatasan teknologi jadi sulit untuk berpromosi.

“Siapa tahu sebagai dampak samping, karena Anda sering membantu orang-orang lain, Anda jadi influencer yang terkenal, sehingga kemudian mendapat pendapatan dari platform yang digunakan,” tambah Yudho.

Menurutnya, pelaku UMKM menjadi salah satu sektor yang “terpukul duluan” akibat pandemi. Hal ini karena pembatasan yang dilakukan demi mengendalikan penularan Covid-19. Apalago tidak semua pelaku UMKM mampu atau cukup beruntung dalam memanfaatkan teknologi digital untuk bertahan.

“Di sinilah peran generasi muda untuk kemudian bisa turut hadir, entah langsung membantu mereka hadir di dunia digital atau sekadar menjadi penghubung yang menghubungkan antara pembeli dengan mereka dan sebagainya,” ungkap Yudho.

Sementara Sekjen Badan Pengurus Pusat Andalan Kelompok UPPKA/Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (BPP AKU), Iyuk Wahyudi mengatakan omzet pelaku UMKM bisa berkurang sampai 80% saat pandemi. Disebutkan olehnya, memang pemerintah memberikan stimulus, tapi tidak terlalu berdampak.

“UMKM tetap merasa tidak tersentuh karena soal akses informasi. Mereka perlu juga pendampingan. Jangan bayangkan UMKM seperti organisasi yang sudah besar,” kata Iyuk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here