Fintech TOKOMODAL Buka Akses Pembiayaan Warung Kecil, Tingkatkan Ekonomi Rakyat

Dewi Fadhilah Soemanagara | 06 Maret 2019, 09:45 WIB

Jakarta, MNEWS.co.id – Pelaku usaha warung atau toko kelontong kini tak perlu khawatir lagi memikirkan modalnya. Fintech TOKOMODAL mulai buka akses pendanaan bagi warung-warung yang tergabung dalam Outlet Binaan Alfa (OBA) bisa memperoleh modal dari Rp 300 ribu hingga Rp 4,5 juta rupiah.

Co-Founder Fintech TOKOMODAL, Chris Antonius mengatakan, banyaknya warung yang bersaing ketat dengan berbagai minimarket yang bertebaran, menjadi perhatian Alfamart untuk bisa turut menggandeng dan berkolaborasi dengan warung-warung kecil. Inisiatif Alfamart dan Fintech TOKOMODAL untuk berkontribusi ke ekonomi lokal dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) inilah yang akhirnya menciptakan solusi bagi warung-warung kecil yang ingin membeli berbagai kebutuhan untuk dijual kembali namun kurang modal.

“Warung-warung ini kalau mau beli barang bisa di Alfamikro, ambil barang yang memang ada di alfamart. Harga barangnya jauh lebih murah dibanding konsumen biasa. Murahnya bisa 12-20 persen tergantung produknya. Ini kan jadi membangkitkan bisnis-bisnis setempat,” jelas Chris Antonius kepada MNEWS di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dengan menjadi member OBA, warung-warung kecil bisa memperoleh berbagai manfaat, mulai dari akses pendanaan untuk memodali warungnya, hingga pendampingan usaha berbasis digital menggunakan aplikasi oleh Member Relation Officer (MRO). Produk-produk yang akan dibeli oleh warung pun dijamin akan cepat laku terjual, sehingga perputaran uang bisa lebih cepat.

“UMKM kan kadang ada masalah di pendanaannya, jadi mereka ngga punya modal. Mereka harus kumpulin modal dulu baru beli, setelah beli baru bisa jualan lagi. Nah, dengan adanya fintech TOKOMODAL, mereka bisa pilih barang dulu, setelah beli barang langsung dikirim oleh Alfa. Pembayarannya bisa tunggu 7 hari sampai 14 hari. Jadi kita ubah cara bisnisnya, mereka bisa ambil barang, jual dulu baru kembalikan modal. Setelah mengembalikan, mereka bisa mengajukan pinjaman lagi. Plafon yang kita berikan kepada mereka, itu bisa 3-4 kali lipat dari transaksi biasanya,” imbuhnya.

Diluncurkan sejak Oktober 2018, Fintech TOKOMODAL kini sudah merangkul 8000 warung OBA di lebih dari 50 kota, dengan pemodal sebanyak 700. Fintech TOKOMODAL sudah terdaftar di OJK dengan sertifikasi ISO 27001:2013. Karena target Fintech TOKOMODAL memberikan pinjaman kepada sektor produktif, nilai kredit macetnya (Non Performing Loan/NPL) pun 0 %. Sebab, OBA yang bergabung dengan Fintech TOKOMODAL memang binaan Alfamikro dengan track record yang terjamin.

Wawancara Co-Founder Fintech TOKOMODAL, Chris Antonius klik di SINI. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang Fintech TOKOMODAL, klik di sini

Tentang Penulis
Dewi Fadhilah Soemanagara
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar