Empat sekawan pengusaha kedai kopi di SKA Ciungwanara, Bogor. (Foto: Kitacinta Coffee)

Bogor, MNEWS.co.id – Pada akhir Minggu, (13/6/21), terlihat suasana berbeda dan lebih ramai dibanding hari-hari biasa di Balai ‘Ciungwanara’ Bogor. Sentra Kreasi ATENSI (SKA) keempat milik Kementerian Sosial (Kemensos) diresmikan oleh Menteri Sosial, Tri Rismaharini. Persiapan dilakukan oleh para pegawai balai dan wirausahawan yang akan menggelar lapak dagangan.

Pelaku usaha yang hadir salah satunya adalah Syarif Hidayatullah yang membawa berbagai peralatan stand kopi seperti mesin grinder, chiller, dan bahan-bahan untuk meracik olahan kopi. Usai menyusun perlengkapan dagangannya, Syarif memasang standing banner Kitacinta Coffee. Inilah usaha kedai kopi yang Ia rintis bersama tiga penyandang disabilitas fisik lainnya dalam setahun terakhir.

Berawal dari kegemarannya mencicipi kopi, membuat Syarif, Heru, Nabil, dan Muhayat bermimpi membangun usaha kedai kopi. Akhirnya ide empat sekawan tersebut berhasil diwujudkan pada Januari 2020.

“Jadi dua kawan kami, yaitu Heru dan Nabil suka nongkrong minum kopi. Dari situ terpikir dan mengonsep usaha kedai kopi ini,” ujar Syarif dikutip dari Tempo.

Kendati tidak mengikuti pelatihan khusus terkait peracikan kopi, Syarif dan teman-temannya berhasil membuat resep-resep olahan menu Kitacinta Coffee dengan apik secara otodidak. “Banyak orang nggak percaya, kalau kami sama sekali nggak pernah ikut kursus barista. Semua dipelajari otodidak di Youtube, malam hari sebelum jualan dengan mobil,” tambahnya.

Berlokasi di SMA 62 Jakarta Timur, perjalanan usaha empat sekawan penyandang disabilitas tersebut dimulai. Perlahan tapi pasti Kitacinta Coffee mulai dikenal oleh masyarakat. Hingga saat ini Kitacinta Coffee sudah mengeluarkan sembilan varian olahan kopi serta dua varian non kopi. Ditambah  kue sebagai teman menikmati kopi dari hasil kerja sama dengan UMKM sejenis. Selain varian rasa, minuman olahan Kitacinta Coffee hadir dalam berbagai ukuran yakni cup, botol 250 ml dan 1 liter.

“Untuk harga berkisar mulai Rp18.000,- hingga Rp89.000,- yang bisa dipesan melalui outlet maupun e-commerce,” ungkap Syarif.

Ia mengaku tak berselang lama setelah membuka Kitacinta Coffee, pihaknya sempat vakum akibat hadirnya pandemi Covid-19. Kondisi tersebut berimbas pada omzet usaha yang jadi tidak menentu, hingga Syarif dan kawan-kawannya memutuskan untuk meminjam modal usaha ke salah satu Koperasi Simpan Pinjam (KSP) milik salah satu bank swasta.

“Alhamdulillah kami mendapatkan tempat usaha di Jakarta Timur dengan bantuan KSP yang peduli melalui pemberdayaan penyandang disabilitas,” katanya.

Ke depannya, Syarif bersama 3 kawannya ingin mengembangkan Kitacinta Coffee agar semakin dikenal masyarakat. “Kami berharap Kemensos bisa tahu mengenai Kitacinta Coffee, di mana kami menjadi kedai kopi yang dikelola penyandang disabilitas. Semoga nantinya bisa mendapatkan bantuan,” pungkas Syarif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here