BRI Keluarkan Dana 67,6 Triliun untuk Kembangkan UMKM

Rasti R | 19 September 2019, 05:39 WIB

Jakarta, MNEWS.co.id - Kucuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus meningkat dalam rangka upaya mendorong pengembangan UMKM di Indonesia. Selama periode Januari hingga Agustus 2019, BRI menyalurkan KUR senilai Rp67,6 triliun kepada lebih dari 3,2 juta debitur. Angka tersebut setara dengan 77,73 persen dari target penyaluran KUR BRI yang dialokasikan oleh Pemerintah di tahun 2019 yakni sebesar Rp86,97 triliun.

Apabila ditotal, sejak KUR diluncurkan pada tahun 2015 hingga saat ini jumlah KUR yang telah disalurkan Bank BRI mencapai Rp303 triliun kepada lebih dari 15,8 juta pelaku UMKM. Corporate Secretary Bank BRI, Hari Purnomo, mengungkapkan bahwa KUR Mikro masih mendominasi penyaluran KUR BRI yang penyalurannya telah mencapai Rp59,4 triliun.

Sisanya, yakni KUR Kecil, mampu disalurkan sebesar Rp8 triliun dan KUR TKI sebesar Rp122 miliar. “Bila dirinci, untuk KUR produktif didominasi oleh sektor pertanian dengan jumlah sebesar Rp18 triliun,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang dikutip dari Kompas.com, Rabu (18/9/19). Salah satu pendorong penyaluran KUR BRI yakni program Kewirausahaan Pertanian, di mana hingga saat ini Bank BRI telah memiliki 286 daerah binaan di seluruh Indonesia.

Salah satu pendorong penyaluran KUR BRI yakni program Kewirausahaan Pertanian, dimana hingga saat ini Bank BRI telah memiliki 286 daerah binaan di seluruh Indonesia. Bank BRI bahkan melakukan program clustering dalam mendorong UMKM naik kelas.

Hari menjelaskan jika tujuan dari clustering yang dilakukan oleh BRI diantaranya membentuk sebuah financial close system, memudahkan akses pasar, promosi dan networking, kemudahan dalam menyediakan off-taker serta pembinaan yang lebih terfokus. 

Berdasarkan riset dengan metode kuantitatif yang dilakukan kepada 80.090 nasabah KUR dan 95.195 nasabah Kupedes BRI, menunjukkan bahwa nasabah menganggap penyaluran KUR dan Kupedes BRI memiliki peran dalam membantu nasabah untuk menciptakan shared value dari proses redefinisi produk dan pasar, serta dari proses perbaikan produktivitasnya.

Tentang Penulis
Rasti R
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar