BNI Majukan Kewirausahaan Garut di Sektor Pertanian dan Perikanan

Dewi Fadhilah Soemanagara | 19 Januari 2019, 16:55 WIB

Garut, MNEWS.co.id – Presiden Jokowi dan Menteri Rini Soemarno menyempatkan diri bertemu dengan nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera/Mekaar yang usahanya kian berkembang. 

Di awal tahun 2019 ini, nasabah Mekaar yang telah dinyatakan lolos dalam proses pembinaan yang dilakukan Pemodalan Nasional Madani (PNM) dan telah mempunyai kapasitas yang layak untuk dibiayai akan mendapatkan fasilitas KUR Mikro oleh BNI.

BNI mencatat, saat ini telah terdapat lebih 1.500 Nasabah Mekaar yang memenuhi kriteria naik kelas dan eligible untuk mendapatkan KUR Mikro BNI dengan rata-rata maksimum sampai Rp 10 juta yang tersebar di Jakarta, Garut dan Tasikmalaya.

Menteri Rini pun melanjutkan agendanya dengan ikut panen lele bersama peternak lele di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Sambil mengajak para Direksi BUMN, Menteri Rini terlihat antusias memanen lele yang merupakan hasil budidaya ibu-ibu nasabah Mekaar.

“Saya senang ibu-ibu Mekaar di sini sudah bisa panen lele hasil budidaya sendiri. Ini merupakan salah satu upaya kita mendorong ibu-ibu nasabah mekaar untuk bisa naik kelas. Dengan hasil panen yang meningkat, pendapatan usaha ibu-ibu bisa meningkat dan kesejahteraan juga meningkat,“ jelas menteri Rini dilansir dari siaran pers Kementerian BUMN, Sabtu (19/1/2019).

Untuk meningkatkan hasil dan mengenalkan teknologi terkini dalam budidaya lele, para peternak dilatih menjadi peternak lele air yang bersih dan higienis. Metode ini akan mendorong hasil panen yang baik sehingga dapat meningkatkan pendapatan nasabah Mekaar.

Selain teknik memelihara lele, ibu-ibu Mekaar juga dilatih untuk membuat “LESSGO” (lele sehat siap goreng) dan abon lele sehingga harga jual lele lebih tinggi dan meningkatkan pendapatan.

“Lelenya bersih dan setelah digoreng, enak rasanya,“ ungkap Menteri Rini yang langsung menggoreng lele dan makan bersama ibu-ibu nasabah Mekaar seusai panen.

Menteri BUMN panen lele di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Foto: Kementerian BUMN.

Selain itu, ada Gerakan Mengawal Musim Tanam (GMMT) OKMAR 2018/2019 Kabupaten Garut di Desa Leuwigoong, yang memiliki luas lahan sawah lebih dari 2.500 Ha.

GMMT OKMAR 2018/2019 merupakan bagian dari rangkaian aktivitas dalam Program Kewirausahaan Pertanian. Dalam program ini, PT Bank Negara Indonesia bersinergi dengan Kementerian Pertanian memastikan seluruh kegiatan produksi petani dapat dikawal sedini mungkin dalam hal penyediaan seluruh sarana dan prasarana produksi pertanian.

Menteri Rini pun mengajak BUMN untuk bersinergi mendorong kesejahteraan petani dengan terus mewujudkan pelaksanaan kewirausahaan pertanian sejakawal musim tanam, pemberian penuyuluhan, bantuan permodalan hingga pemasaran produk pertanian sehingga memiliki daya tawar yang tinggi.

Sumber: Kementerian BUMN

Tentang Penulis
Dewi Fadhilah Soemanagara
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar