Bekraf Digital Entrepreneurship, Bekali Wawasan Wirausahawan Digital

Dewi Fadhilah Soemanagara | 13 Mei 2019, 14:54 WIB

Yogyakarta, MNEWS.co.id – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melalui Deputi Infrastruktur menggelar acara Bekraf Digital Entrepreneurship, sebuah workshop yang digelar untuk memberikan pengetahuan mengenai dunia ecommerce.

Di antaranya, wawasan wirausahawan digital, cara dan teknik untuk membuat dan mengelola toko online, pemanfaatan berbagai metoda pembayaran, hingga membuat rantai distribusi barang kepada pelaku Usaha Kecil Menengah Ekonomi Kreatif (UKM Ekraf).

“Melalui Bekraf Digital Entrepreneurship ini diharapkan akan meningkatkan  kesadaran entrepreneur ekraf lokal terhadap perkembangan  dunia digital dan tren perkembangan teknologi dan pasar ekonomi kreatif di masa depan serta meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku ekraf dalam pemanfaatan teknologi" ujar Sekretaris Utama Bekraf, Restog Krisna Kusuma dalam pernyataan tertulisnya di The Alana Hotel, Yogyakarta (11/05/2019).

Sekitar 200 pelaku UKM Ekraf ditargetkan akan hadir. Yogyakarta dipilih menjadi salah satu tempat diselenggarakannya Bekraf Digital Entrepreneurship karena maraknya pelaku UKM Ekraf yang bermunculan di Yogyakarta.

Acara ini menghadirkan beberapa pakar narasumber, yaitu MY Esti Wijayati (Anggota Komisi X DPR RI), Aris Riyanta (Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta), Firstman Marpaung (Founder Aksi Nusantara), Mohamad Iqbal (CEO & Founder Bandros.co.id), dan Jean Dona Tammara (Partnership, Government Relations Shopee).

Menurut Restog, diharapkan setelah diselenggarakannya acara BDE ini akan terbentuk ekosistem kewirausahaan digital yang akan mendorong tumbuh dan berkembangnya ekonomi kreatif di Indonesia. 

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggung jawab di bidang ekonomi kreatif. Saat ini, Kepala Bekraf dijabat oleh Triawan Munaf.

Bekraf mempunyai tugas membantu Presiden RI dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, senipertunjukan, seni rupa, dan televisi dan radio.

 

Tentang Penulis
Dewi Fadhilah Soemanagara
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar