Ini Alasan UMKM Harus Go Digital

Regina Mone | 11 Maret 2019, 15:46 WIB

Jakarta, MNEWS.co.id – Indonesia punya potensi pengguna internet yang terus berkembang setiap tahunnya. Tercatat, di tahun 2017, ada 143 juta pengguna internet aktif di Indonesia. Rata-rata menghabiskan waktu sebanyak 3,5 jam di ponselnya. Ini tentu menjadi peluang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mulai gencar Go Digital.

Digital yang dimaksud bukan sekadar berjualan online, tapi strategi tertentu mencakup bagaimana menggunakan aplikasi dan memanfaatkan fitur-fitur teknologi dengan semaksimal mungkin. Sebab, berjualan secara offline saja tidak cukup. Sebagian besar masyarakat sudah mulai mengandalkan internet untuk mencari produk, lewat mesin pencari seperti google atau media sosial.

Head of Sales Indotrading.com, Arief Yudistira mengungkapkan, kebanyakan masyarakat mencari informasi produk lewat internet. Sebanyak 82 persen mencari informasi mengenai toko di sekitarnya dengan menggunakan mesin penelusuran.

“Bisnis yang didukung dengan kehadiran online mengalami peningkatan revenue 80 persen lebih cepat daripada bisnis yang dijalankan dengan konvensional. Sekarang Bapak dan Ibu harus punya aset digital. Contohnya harus punya website, kemudian punya social media seperti Facebook, Twitter, Instagram, lalu harus punya konten. Harus aktif di marketplace. Di 2018-2019 ini, Bapak dan Ibu juga (sebaiknya) harus punya youtube channel,” jelas Arief kepada peserta dari Komunitas Sahabat UMKM di acara Gelora Wirausaha Nasional “Development Strategy for Your Business Digitalizing” di Classroom A Jakarta Creative Hub, Grha Niaga Thamrin, Senin, (11/3/2019).

Ia beranggapan, konsumen Indonesia mulai beralih ke digital dan ini yang menyebabkan perkembangan bisnis digital kian tumbuh pesat. Banyak konsumen lebih memilih untuk belanja dan melakukan aktivitas secara online.

Head of Sales Indotrading.com, Arief Yudistira di acara Gelora Wirausaha Nasional “Development Strategy
for Your Business Digitalizing” di Classroom A Jakarta Creative Hub, Grha Niaga Thamrin,
Senin, (11/3/2019). Foto: (doc/MNEWS).

Arief juga mengungkapkan tips bagi UMKM untuk mulai go digital. Pertama, pahami di mana posisi bisnis Anda sekarang. Arief melanjutkan, berdasarkan data yang dikumpulkan, sebanyak 36 persen UMKM masih berjualan offline, sedangkan 37 persen basic online, 18 persen intermediate online, dan 9 persen advance online. Basic online biasanya hanya mengandalkan media sosial, sedangkan intermediate sudah punya website sendiri, dan advanced adalah UMKM yang sudah memaksimalkan seluruh aset digital yang dimilikinya secara keseluruhan.

Kedua, lanjut Arief, pahami bagaimana perilaku dan harapan pelanggan. Bagi pelaku UMKM sebagai pemilik toko, biasanya alurnya dimulai dari chat (menyapa calon pelanggan), memanfaatkan media sosial, masuk ke e-commerce, listing bisnis lokal (menggunakan google bisnisku), dan memiliki website.

Sedangkan perilaku pelanggan justru sebaliknya, mereka ingin tahu website dari produk yang dicarinya. Dari situ, calon pelanggan cenderung akan mencari listing-nya di google bisnisku, dan mencari review atau testimoni dari pengguna produk. Kalau sudah 80 persen yakin dan ingin membeli, baru akan chat si penjual. Maka, menjadi penting bagi pemilik bisnis untuk memiliki website dan media sosial yang baik.

“Kemudian, kita juga harus memahami tujuan Go Digital. Di antaranya, menemukan pelanggan baru, meningkatkan efektivitas kerja, dan mengembangkan peluang bisnis. Kita juga harus memanfaatkan tools digital yang ada, misalnya dengan Google Bisnisku, website, SEO dan SEM, social media, meningkatkan efektivitas kerja dengan fitur-fitur google seperti gmail, docs, drive, dan lain-lain, serta mengembangkan peluang bisnis dengan memanfaatkan google trends, analytic, serta consumer barometer,” jelasnya.

Tentang Penulis
Regina Mone
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar